25 Maret 2019 05:38:09
Ditulis oleh Admin

Pertemuan dan Sosialisasi Survey Keluarga Sehat

      Rengel.desa.id (23/03/2019) Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari Agenda ke-5 Nawa Cita, yaitu Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia. Program ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Kerja, dan Program Indonesia Sejahtera. Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama Pembangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melalui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019, yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I. Nomor HK.02.02/Menkes/52/2015.

      Sasaran dari Program Indonesia Sehat adalah meningkatnya derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan. Sasaran ini sesuai dengan sasaran pokok RPJMN 2015-2019, yaitu: (1) meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak, (2) meningkatnya pengendalian penyakit, (3) meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan perbatasan, (4) meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan SJSN kesehatan, (5) terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin, serta (6) meningkatnya responsivitas sistem kesehatan.

   Pendekatan keluarga adalah salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan/meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga. Puskesmas tidak hanya menyelenggarakan pelayanan kesehatan di dalam gedung, melainkan juga keluar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya.

   Sebagai langkah awal mewujudkan Program Indonesia Sehat, maka Puskesmas perlu melakukan sebuah penelitian, dan dalam hal ini penelitian yang perlu di lakukan adalah penelitian berbasis pendekatan keluarga. Sebegai instrument untuk mendapatkan data, Puskesmas Desa Rengel menggunakan cara survey, wawancara dan observasi. Bertempat di pendopo kantor Desa Rengel, Pada tanggal 23  Maret 2019, Puskesmas Desa Rengel mengadakan sosialisasi terkait survey keluarga sehat yang akan di laksanakan di Desa Rengel. Hadir pada acara tersebut perwakilan dari Desa Rengel yaitu Kasi Pemerintahan, M. Alamul Huda dan narasumber dari Puskesmas Rengel yaitu Nunuk Fauziyah serta turut hadir pula undangan dari Tim Penggerak PKK beserta kader, poskesdes dan tokoh masyarakat. Adapun teknis survey adalah tiap RT dilaksanakan oleh 1 petugas dari puskesmas dan 1 petugas  dari kader PKK. Pelaksanaan survey dilaksanakan  door to door  atau dari rumah ke rumah, oleh petugas UPTD Puskesmas Rengel untuk memperoleh data keluarga berdasar 12 indikator.

a. 5 (lima) indikator dalam kesehatan gizi ibu dan anak.

b. 2 (dua) indikator dalam pengendalian penyakit masyarakat.

c. 2 (dua) indikator dlm perilaku hidup sehat

d. 2 (dua) indikator terkait lingkungan sehat

e. 1 (satu) indikator kesehatan jiwa.

      Untuk menghindari penolakan oleh warga terkait survey keluarga sehat, maka peran tokoh masyarakat dalam hal ini menjadi sangatlah penting. Diharapkan para tokoh masyarakat ikut serta dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa program ini semata mata untuk kemaslahatan bersama dan bukan sebaliknya. Setelah tim melaksanakan survery, maka untuk mempermudah pemetaan data, dirumah rumah yang telah di kunjungi akan dipasangi stiker menurut penilaian indikator. Adapun stiker indikatornya sebagai berikut:

- warna merah untuk keluarga tidak sehat

- warna kuning untuk keluarga kurang sehat

- warna hijau untuk keluarga sehat

- dan bagi keluarga yg mempunyai jamban sehat akan ditempeli stiker jamban sehat.

Sedangkan hal yang perlu disiapkan oleh warga untuk melengkapi data yaitu kartu keluarga, kartu jaminan kesehatan/BPJS, kartu anggota KB, buku KIA/ imunisasi bagi yg punya balita. Survei akan dilaksanakan mulai hari Senin 25 Maret 2019 s.d. Sabtu 30 Maret 2019.

      Diharapkan pasca survey yang dilakukan, akan mendapatkan data yang valid sehingga tindak lanjut Program Keluarga Sehat bisa didasarkan menurut data yang sudah terkumpul.(AJ/Rgl)


Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus